• SMA NEGERI 5 PALANGKA RAYA
  • We Learn to be A Leader

SMAN 5 Palangka Raya Berkomitmen Menuju Sekolah Ramah Anak

SMA Negeri 5 Palangka Raya harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Tentu ini perlu komitmen dan aksi nyata yang kuat dari seluruh warga sekolah untuk mewujudkan satuan pendidikan yang memiliki budaya aman dan nyaman.

Sebagai salah satu langkah nyata, pada Selasa, 4 Agustus 2026 Workshop Penguatan Tim Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Menuju Sekolah Ramah Anak (SRA). Kegiatan yang berlangsung di laboratorium IPA ini diiikuti oleh tim yang terdiri atas kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, perwakilan murid. Kebetulan perwakilan orang tua dan instansi mitra berhalangan hadir.

Plt. Kepala Sekolah, Jonkenedy, S.Pd., M.Pd., dalam pembukaannya menegaskan agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik. Ini harus menjadi wujud komitmen bahwa SMA Negeri 5 Palangka Raya juga dapat menjadi satuan pendidikan yang ramah anak. Contoh sederhana yang sudah berlangsung, budaya positif 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun sudah diterapkan sejak murid masuk gerbang sekolah.

Selanjutnya, Pengawas pembina, Dr. Rusnani, M.Pd. bertindak sebagai narasumber memaparkan operasional tugas Tim Sekolah Aman dan Nyaman Menuju Sekolah Ramah Anak. Tim terdiri atas lima bidang, yakni Bidang Pencegahan Kekerasan, Pembiasaan Disiplin Positif, dan Perlindungan Peserta Didik, Bidang, Bidang Pembelajaran Ramah Anak, Inklusif, dan Berkarakter, Bidang Sarpras, Kesehatan, dan Lingkungan Sekolah, Bidang Humas, Orang Tua, Komite Sekolah, dan Masyarakat, dan Bidang Partisipasi Peserta Didik dan Penguatan Budaya Positif. Semua tim harus bekerja secara proporsional dan ada koordinasi. Pengutamaan kepentingan terbaik untuk semua murid dalam setiap langkah, tindakan, dan keputursan harus diutamakan.

Untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak, guru harus menjadi teladan. Dalam mendidik memang harus tegas. Namun, ketegasan bukan soal menguasai kelas, tetapi dalam menumbuhkan kesadaran murid. Kelembutan harus digunakan dalam ketegasan. Budaya menghukum harus digeser ke budaya membimbing. Kemarahan harus dipupus dengan keramahan untuk menujug situasi sekolah yang ramah dan kondusif serta berkarakter.

Sesi diskusi pun dibuka. Ada pertanyaan ada curah pendapat. Perwakilan murid aktif bersuara, guru pun aktif. Tentu semua sepakat bahwa jalan Menuju Sekolah Ramah Anak pasti dapat ditempuh dan dicapai dengan komitmen semua pihak sepenuh integritas. (LJ)

Tulisan Lainnya
SEAMOLEC Berikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru PJJ SMAN 5 Palangka Raya

Kemendikdasmen bekerja sama dengan SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) melaksanakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Guru PJJ di SMAN 5 Palangka Raya. Kegiatan yan

30/07/2026 21:05 - Oleh Administrator - Dilihat 75 kali
BPP Berikan Penghargaan kepada Murid Berprestasi

Kita semua punya peluang untuk meraih prestasi. Semua orang punya bakat dan minat untuk dikembangkan secara aktif kreatif sehingga menjadi sebuah prestasi. Upacara Senin, 27 Juli 2026

30/07/2026 21:01 - Oleh Administrator - Dilihat 39 kali
Tingkatkan Kualitas Belajar dan Kinerja  serta Sambut PJJ

Semangat belajar dan bekerja harus lebih baik saat memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Lingkungan kelas dan sekolah yang bersih, aman, dan sehat harus selalu dipelihara. Semua warga s

22/07/2026 06:15 - Oleh Administrator - Dilihat 79 kali
MPLS Ramah SMA Negeri 5 Palangka Raya Berakhir, Murid Siap Masuki Tahun Ajaran Baru

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berlangsung sejak Senin, 13 Juli 2026 akhirnya ditutup pada hari ini Jumat, 17 Juli 2026. Lebih dari 400 murid baru SMAN 5 Palangka

18/07/2026 01:49 - Oleh Administrator - Dilihat 1181 kali
Serah Terima Kepala Perpustakaan Sekolah: Regenerasi dan Penguatan Budaya Literasi

Regenerasi kepemimpinan perlu dilakukan. Selain untuk penyegaran dan pembaruan, ini juga merupakan bagian dari pembagian dan peningkatan kualitas kinerja yang berintegritas dan dapat me

17/07/2026 06:05 - Oleh Administrator - Dilihat 516 kali